Sabtu, 12 Mei 2012

yayasan panti asuhan al-kautsar


LAPORAN HASIL WAWANCARA DI
PANTI ASUHAN AL-KAUTSAR

Laporan Ini Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Manajemen Organisasi Nirlaba


Dosen pembimbing:
Airlangga Bramayudha


Oleh:
Nurut Thoharatul Q.            (B042090XX)
Amir                                       (B04209042)
Irma Ifadah W.                     (B04209044)
Mazra’atun Naza                 (B04209045)

FAKULTAS DAKWAH
JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2012
LAPORAN HASIL WAWANCARA DI PANTI ASUHAN
 AL-KAUTSAR
A. Tujuan Wawancara
Tujuan wawancara yang dilakukan di Panti Asuhan Al-Kautsar Yatim ini adalah untuk mengetahui:
1.      Latarbelakang serta profil dari Panti Asuhan Al-Kautsar Yatim
2.      bagaimana stuktur organisasi di Yayasan ini
3.      pendanaan di Panti Asuhan Al-Kautsar Yatim
4.      kegiatan apa saja yang dilakukan anak didik di Panti Asuhan Al-Kautsar Yatim
B. Tempat dan Waktu Wawancara
Panti Asuhan Al-Kautsar Yatim di Ds. Sambungrejo – Sukodono – Sidoarjo, Telepon (031) 7875109. Yayasan ini berdiri dibawah naungan Muhammadiyah.
 Metode yang digunakan adalah metode wawancara untuk menggali informasi kepada narasumber yang terkait. Wawancara dilakukan di Panti Asuhan Al-Kautsar Yatim pada Kamis, 08 Maret 2012.
C. Hasil Wawancara
Untuk menggambarkan secara jelas hal apa saja yang didapat di  Panti Asuhan Al-Kautsar Yatim, diperlukan beberapa data yang dapat diungkapkan dalam hasil wawancara berikut:
a)      Profil Panti Asuhan Al-Kausar Yatim
Panti Asuhan Al-Kausar berdiri dalam naungan organisasi Muhammadiyah pada tahun 1991 di Desa Sambungrejo – Sukodono – Sidoarjo. Panti asuhan ini sekarang memiliki anak asuhan sebanyak 21 anak terdiri dari 15 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Namun tidak semuanya bertempat tinggal di dalam panti, tetapi sebagian berada di luar panti yakni di sekitar panti. adapun kegiatan – kegiatan yang ada di samping berpusat didalam panti juga berada di masjid Al-Kautsar. Anak-anak asuh di panti ini berasal dari daerah sekitar Sidoarjo dan ada juga yang berasal dari Ponorogo, Cilacap. Dll
Visi dari panti asuhan ini adalah mendidik dan memandirikan anak Yatim dan Dhuafa. Sedangkan misinya adalah membentuk anak yatim dan dhuafa agar memliki prestasi akademik (Intelegensia), ketrampilan hidup (life skill), dan akhalaqul karimah.
b)     Kepengurusan
Kepengurusan di Panti Asuhan Al-Kautsar Yatim ini terdiri dari:
Dewan Pembina :H. Rifa’i Supriyanto, BA. Bambang  Suwarno, S.Pd.Ali Sudirman,S.Pd.
Dewan pengurus :
Ketua : H. Imam Hamidi
Wakil Ketua : M. Qodirin Abdurrohim
Sekertaris I : Elif Zamroni,ST
Sekertaris II : Surya Mulyono,SP
Bendahara I : Drs. H. Pujianto,MA
Bendahara II : Slamet Riyadi
Departemen Pendidikan dan Dakwah : Chulil Barory,SE, A. Katsir Muzammil,S.Pdi,M.Ag , Dra.Susiana
Departemen Logistik : Hj. Supeniati, Hafid Ardiansyah,ST.
Departemen Pembangunan : Adit Amrullah,ST,Achwan
Departemen Kesehatan : Suprapto Eko Atmojo,ST, Ibrahim Rangga
Departemen Humas : Drs. Masrukhan , M.Pdi, H. Suhanto, H.Abd.Kholis
Departemen Ekonomi/Usaha : Nur Wahyudi,Basuki


c)      Pendanaan
Pendanaan yang di dapat di Yayasan Panti Asuhan Al-Kautsar ini sebagian besar adalah dari muhammadiyah dan sumbangan dari donatur, yang digunakan untuk pembangunan Yayasan dan fasilitas kepada anak asuh di Panti Asuhan ini. Menurut narasumber yang juga salah satu pengurus, donatur yang menyumbang selalu ada  dari masyarakat sekitar panti asuhan dan jumlah donatur setiap tahunnya selalu meningkat.
Selain dari donatur,dana yang didapatkan di Panti Asuhan Al-Kautsar Yatim ini juga dari Usaha Lele yang di merupakan bagian dari Ekonomi/Usaha yang dimiliki oleh Yayasan.
d)     Kegiatan apa saja yang ada di Panti Asuhan Al-Kautsar Yatim ?
Adapun kegiatan yang dilakukan anak asuh di Panti Asuhan Al-Kautsar Yatim ini adalah kegiatan harian pagi dan sore mengaji Al-qur’an yang wajib diikuti oleh semua anak asuh di panti ini. Setiap hari Senin dan Kamis adalah jadwal puasa sunnah yang diwajibkan di Panti Asuhan ini.
Di Panti Asuhan Al-Kautsar Yatim ini juga ada sekolah formal bagi anak Asuhnya. Kegiatan belajar mengajar  dididik oleh Guru pembimbing yang ada di Panti Asuhan Al-Kautsar Yatim.
Selain itu,anak asuh juga mendapatkan ekstrakulikuler seperti tapak suci yang diadakan setiap minggu.
Ada juga kegiatan yang diadakan setiap tahunnya yaitu rekreasi bersama seluruh anak asuh dan para pengurus.

e)      Program yang dilakukan di Panti Asuhan Al-Kautsar Yatim
Panti Asuhan Al-Kautsar Yatim ini memiliki beberapa progam yang harus terlaksana dengan baik. Seperti Schoolarship,dalam program ini semua anak asuh di panti asuhan ini tetap bisa sekolah dan mendapatkan pengajaran dari Guru pembimbing yang ada di Panti Asuhan Al-Kautsar Yatim. Tidak hanya pendidikan umum,di panti ini juga terdapat Booarding Qur’an Programme, dalam program ini anak asuh diwajibkan dapat membaca Al-Qur’an dengan tartil yang baik dan benar. Selain Booarding Qur’an, ada juga booarding Language Programme yang mengasah para anak asuh untuk dapat berbahasa asing, dalam program ini ada 2 bahasa yang diajarkan yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris dasar.  Ada juga booarding Curtural Programme yang menekankan kepada keindahan panti, kebersihan lingkungan,ketertiban dan kedisiplinan.  Selanjutnya booarding Academic Programme,anak asuh di panti Asuhan ini juga mendapatkan prestasi akademik dari pihak yayasan. Yang terakhir, Kelompok Usaha yang ada di Panti Asuhan ini,seperti usaha lele dan koperasi.
f)       Dokumentasi
Description: Foto-0100.jpgDescription: Foto-0105.jpg
gb.1 (halaman depan Panti Asuhan Al-Kausar)

Description: Foto-0112.jpg
gb.2 ( foto dalam rangka kegiatan outbond)

Description: Foto-0125.jpgDescription: Foto-0118.jpg
Gb.3 (ruang kamar )                                           Gb.4
Description: Foto-0128.jpg
Gb.5 (kolam ikan lele sebagai usaha di Panti Asuhan)

klik disini
dan disni

Senin, 23 April 2012

manajemen organisasi nirlaba


MANAJEMEN ORGANISASI NIRLABA

Oleh

Irma ifadah wahyunigsih


Ajaran islam merupakan ajaran yang mendorong umatnya untuk melakukan segala sesuatu secara terorganisir denagan rapi. Hal ini dinyatakan dalam surat ashaf  ayat 4 dan seperti juga ucapan  Ali bin Abi Thalib yang sangat terkenal hak atau kebenaran yang tidak terorganisir dengan baik, bisa dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir dengan baik. perlunya pengelolaan organisasi yang berbasic islam dan yang mengedepankan hati nurani kita kepada social masyarakat akan di bahas tersendiri di dalam oragnisasi nirlaba.
Organisasi nirlaba merupakan organisasi non profit  organisasi yang menekankan pelayanan social tanpa  mencari keuntungan bisnis Sifat sosial dan kemanusiaan sejati merupakan ciri khas pelayanan organisasi-organisasi nirlaba.. Seperti
LSM lembaga social masyarakat, NGO Non Government all Organization, Masjid, Panti Asuhan, dll. 
organisasi nirlaba pada saat ini sangat berkembang  pesat terbukti dengan banyak berdiri lembaga-lembaga  sosial seperti panti asuhan, yayasan pondok pesantren di desa maupun di kota.

Organisasi nirlaba di beberapa negara

Indonesia

Di Indonesia, organisasi nirlaba telah berkembang cukup pesat, terutama di bidang keagamaan seperti yayasan pondok pesantren, yatim piatu, serta advokasi. Selain itu, dibidang pendidikan kini juga mulai berkembang, seperti yang dilakukan oleh Internews Indonesia, dimana mereka melakukan bimbingan bagi para jurnalis.

 Amerika Serikat

Perkembangan organisasi nirlaba di Amerika Serikat telah sangat jauh lebih maju dibanding Indonesia, terutama dalam bidang keagamaan. Amandemen Pertama Amerika Serikat menjamin kebebasan beragama bagi masyarakatnya. Bagaimanapun, organisasi nirlaba relijius seperti gereja, tunduk kepada lebih sedikit sistem pelaporan pemerintah pusat dibanding dengan banyak organisasi lain. Dalam hal perpajakan, organisasi nirlaba relijius di Amerika Serikat juga dikecualikan dari beberapa pemeriksaan ataupun peraturan, yang membedakannya dengan organisasi non relijius.

Kanada

Di Kanada, organisasi nirlaba yang mengambil format derma biasanya harus dicatatkan di dalam Agen Pendapatan Kanada (Canada Revenue Agency).

Kerajaan Inggris

Di Inggris dan Wales, organisasi nirlaba yang mengambil format derma biasanya harus dicatatkan di dalam Komisi Pengawasan Derma. Di Skotlandia, Kantor Pengatur Derma Skotlandia juga melayani fungsi yang sama. Berbeda dengan organisasi nirlaba di Amerika Serikat, seperti serikat buruh, biasanya tunduk kepada peraturan yang terpisah, dan tidak begitu dihormati sebagaimana halnya derma dalam hal pengertian teknis.

Selasa, 17 April 2012

Perlu Perhatian ,,,,,,,,,,,,,,",Arbes Ambon Manise"

tawakkal


Janganlah terlalu bersedih atas masa lalu yang pernah terjadi pada dirimu cobalah menutup rapat-rapat dan mengikat masa lalumu dengan KEIKHLASAN Yang pergi biarlah pergi dan jangan kau ungkit kembali yang hanya akan membuatmu putus asa ... COBALAH UNTUK MEMBUKA LEMBARAN BARU & MELANGKAH MENUJU MASA DEPAN DENGAN USAHA-USAHA.

manajemen nirlaba

Definisi Organisasi Nirlaba

Adalah suatu organisasi mandiri yang menekankan pada kerja pelayanan sosial dengan tidak bermaksud untuk menarik keuntungan yang bernilai bisnis dari usaha yang dilakukan.Organisasi nirlaba merupakan organisasi yang dikelola swasta dan bersifat mandiri dalam segi pembiayaan dan pengelolaannya. Kerja pelayaan sosialnya bersifat sukerela karena anggota dari organisasi ini tidak bersifat mengikat (sukarelawan). Organisasi Nirlaba menekankan pada pemberian pelayanan pada kepentingan publik.
 
Perbedaan organisasi nirlaba dengan organisasi laba

Banyak hal yang membedakan antara organisasi nirlaba dengan organisasi lainnya (laba). Dalam hal kepemilikan, tidak jelas siapa sesungguhnya ’pemilik’ organisasi nirlaba, apakah anggota, klien, atau donatur. Pada organisasi laba, pemilik jelas memperoleh untung dari hasil usaha organisasinya. Dalam hal donatur, organisasi nirlaba membutuhkannya sebagai sumber pendanaan. Berbeda dengan organisasi laba yang telah memiliki sumber pendanaan yang jelas, yakni dari keuntungan usahanya. Dalam hal penyebaran tanggung jawab, pada organisasi laba telah jelas siapa yang menjadi Dewan Komisaris, yang kemudian memilih seorang Direktur Pelaksana. Sedangkan pada organisasi nirlaba, hal ini tidak mudah dilakukan. Anggota Dewan Komisaris bukanlah ’pemilik’ organisasi

Organisasi nirlaba, non-profit, membutuhkan pengelolaan yang berbeda dengan organisasi profit dan pemerintahan. Pengelolaan organisasi nirlaba dan kriteria-kriteria pencapaian kinerja organisasi tidak berdasar pada pertimbangan ekonomi semata, tetapi sejauhmana masyarakat yang dilayaninya diberdayakan sesuai dengan konteks hidup dan potensi-potensi kemanusiaannya. Sifat sosial dan kemanusiaan sejati merupakan ciri khas pelayanan organisasi-organisasi nirlaba. Manusia menjadi pusat sekaligus agen perubahan dan pembaruan masyarakat untuk mengurangi kemiskinan, menciptakan kesejahteraan, kesetaraan gender, keadilan, dan kedamaian, bebas dari konfilk dan kekerasan. Kesalahan dan kurang pengetahuan dalam mengelola organisasi nirlaba, justru akan menjebak masyarakat hidup dalam kemiskinan, ketidakberdayaan, ketidaksetaraan gender, konflik dan kekerasan sosial. Pengelolaan organisasi nirlaba, membutuhkan kepedulian dan integritas pribadi dan organisasi sebagai agen perubahan masyarakat, serta pemahaman yang komprehensif dengan memadukan pengalaman-pengalaman konkrit dan teori manajemen yang handal, unggul dan mumpuni, sebagai hasil dari proses pembelajaran bersama masyarakat.

Dalam konteks pembangunan organisasi nirlaba yang unggul, berkelanjutan dan memberikan energi perubahan dan pembaruan bagi masyarakat, Bernardine R. Wirjana, profesional dalam bidang pemberdayaan masyarakat, yang selama dua dasawarsa menjadi pelaku manajemen organisasi nirlaba, mengabadikan proses pembelajaran atas pengalaman-pengalaman laoangan dan teori-teori manajemen terkini dalam bidang pemberdayaan masyarakat.